Saturday, March 10, 2012
Thursday, March 8, 2012
Saya dan SawoKecik hadir di myOyeah
Alhamdulillah setelah muncul di Martha Stewart Living Indonesia, kali ini SawoKecik muncul di media online MYOYEAH .... yipiiiee .. makasih Ayya .. *hugs


Sunday, March 4, 2012
hari Minggu yang Hujan
ceritanya mulai bulan Maret ini saya menetapkan hari Minggu sebagai hari libur .. looogggh ... iya ... karena selama ini di hari Minggu pun saya masih menjahit ... hihi ...
Makanya ... kalau ada deadline segera dihitung mundur baik-baik biar hari Minggu bisa libur ... cie cieeee ... begitu deh pokoknya rencananya .
Dan di hari Minggu hujan ini .. saya dan Rangga memutuskan untuk beres-beres rumah ... membuang atau menyumbangkan benda-benda yang kami sudah tak pakai ... merapikan dan menyimpan benda-benda yang masih kami pakai ditempat-tempat yang mudah dijangkau dan saling mengingatkan ... soalnya kalau lagi perlu dan buru-buru .. saking berantakannya, kami jadi gak inget dimana benda itu berada ... duuuuh ... males banget deeeh ...
Jadilah hari ini adalah Beres-beres Day ....
Habis beres-beres ... tadinya mau ke supermarket ... tapi apa daya hujan gak brenti-brenti ... ya sudahlah ... gitaran saja di kamar kerja kami yang sudah kembali rapih ini ... hehe .... dan Dhiemaz tetap tidur di tempat favoritnya ... ^^
Saturday, March 3, 2012
SawoKecik di Martha Stewart Living Indonesia edisi Maret 2012
Senangnya ... produk SawoKecik bisa muncul di majalah Martha Stewart Living Indonesia .. alhamdulillah .. terima kasih mbak Miranti ... ^^ ... semoga kita bisa terus bekerja sama ... amiiin....
SawoKecik hadir di bisnis-jabar.com ... thank you Tarlen ... \(^-^)/
SawoKecik turut disebut sebut di bisnis-jabar.com ... hehe ... senang ...
http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/craftypreneur-bisnis-para-crafter-indonesia-yang-semakin-menggeliat
CRAFTYPRENEUR: Bisnis para crafter Indonesia yang semakin menggeliat
3 Maret , 2012 | Oleh:: Ken Andari
ilustrasi (antara)
Anda
mungkin masih asing dengan nama-nama seperti Cemprut, Sawo Kecik, Ideku
Handmade, Sew Stories, Nest of Ojanto, atau Vitarlenology.
Jika
Anda mengaku pecinta produk Indonesia, Anda harus mulai berkenalan
dengan mereka. Itulah nama produk yang dihasilkan para crafter
Indonesia. Anda bisa melihat karya-karya mereka di blognya
masing-masing, dan Anda bisa melihat bahwa crafter Indonesia memiliki
kreativitas yang sangat tinggi.
Di
Indonesia, istilah crafter mungkin belum terlalu familiar. Karena tren
membuat ataupun membeli barang-barang handmade juga belum populer.
Crafter adalah seseorang yang memiliki ide unik, brilian, yang kemudian
dituangkan ke dalam media apapun sehingga menghasilkan suatu bentuk
kerajinan tangan. Bidangnya bisa berbagai macam dan tidak terbatas, bisa
dengan menjahit, merajut, menyulam, membuat keramik, sampai membuat
notebook. Yang penting, semua dikerjakan sendiri.
“Mulai
dari konsep, desain, sampai keahlian teknis, seorang crafter punya
semua. Sehingga ia bisa memproduksi suatu barang yang merupakan hasil
pemikiran juga hasil karyanya sendiri,” tutur Tarlen Handayani, salah
satu crafter di Bandung.
Tarlen,
yang memiliki brand notebook handmade “Vitarlenology” ini memang sejak
lama menggeluti bidang kerajinan tangan. Menurutnya, menghasilkan dan
menjual suatu karya handmade sangat berbeda kesannya dengan berbisnis
produk lain yang bukan buatan sendiri. Para crafter yang membangun usaha
dengan craft sebagai komunitasnya inilah yang disebut dengan
craftypreneur.
“Memang
kita berwirausaha, namun pendekatan bisnisnya akan sangat berbeda
dengan mereka yang menjadikan kerajinan tangan sebagai industri,” tutur
Tarlen.
Dalam
industri yang berbasis kerajinan tangan, produknya akan didesain,
dikerjakan, dipromosikan, dan dijual oleh orang yang berbeda-beda,
sesuai bagiannya. Produknya pun akan diproduksi secara massal, bahkan
hingga diekspor. Besarnya keuntungan atau omset yang didapat pun menjadi
tolak ukur kesuksesan bisnis tersebut. Berbeda halnya dengan para
crafter.
Meski sebutannya crafter, mereka bukan sekadar pengrajin. Lebih dari itu, yang mereka hasilkan lebih berupa sebuah karya seni.
“Crafter
itu seperti empu, dia yang punya konsep, dia yang mendesain, dia yang
mengerti filosofi karya buatannya. Kemudian dia juga mengerjakan
semuanya sendiri sampai karya tersebut selesai, sehingga ada karakter
tersendiri dari si pembuat yang menjadikan produk tersebut unik dan
berbeda,” Tarlen menjelaskan.
Sehingga
tak heran jika harga produk para crafter agak lebih mahal daripada
produk kerajinan tangan yang dihasilkan oleh industri massal. Sebuah
syal yang di pasar dijual seharga Rp30.000, oleh para crafter mungkin
akan dijual seharga Rp100.000. Wah, berbeda jauh ya? Karena memang untuk
menyelesaikan suatu produk atau karya membutuhkan kerja keras, banyak
pengorbanan waktu dan tenaga. Kebanyakan crafter memiliki blog pribadi,
di mana mereka akan akan menceritakan proses pembuatan karya tangan
mereka.
“Ini
juga sebagai bentuk edukasi, agar kita lebih menghargai kerja keras
seseorang. Bahwa untuk menghasilkan produk terbaik itu tidak mudah,”
kata Tarlen.
Bagaimana,
Anda tertarik untuk membeli produk karya para crafter Indonesia? Mulai
dari rajutan, kreasi kain felt, buku catatan, hingga keramik? Jika
tertarik, Anda bisa datang ke Tobucil di Jalan Aceh, Bandung untuk
melihat beberapa produk crafter Indonesia yang dijual di sana.(yri)
Foto: berbagai produk handmade karya para crafter
Image source: http://tobucilhandmade.blogspot.com/
Thursday, March 1, 2012
Cerita Tentang Tas Slempang
Ada cerita dibalik pembuatan tas slempang ini .... ^^
Cerita tentang seseorang yang tak pernah menemukan tas yang tepat untuk dirinya ...
yang kurang ini ... kurang itu ... kurang besar .. terlalu besar .. kurang kantong ... terlalu ribet ... kebanyakan kantong .... susah untuk ngambil barang didalamnya ...
Duh .. pokoknya ada aja .. sampai sudah berbagai macam tas dia coba ... tapi beluuum ada yang cocok untuknya ....
Dan si dia itu adalah saya ... hehehe ...
Sampai pada suatu malam , memutuskan untuk membuat sebuah tass untuk diri saya sendiri ... loooh .. kemaren-kemaren kemana aaajjjjaaaa .... ??
iya terlalu sibuk bikin pesanan .... tas buat diri sendiri tak pernah kesampaian dibuat.
Tapi .... akhirnya ... jadi juga membuat tas yang custom banget untuk saya sendiri ... hihi ... adalaaah .....
.... sebuah tas slempang
... berbahan katun yang saya pesan online .. I love the pattern design ... bolak-balik dipadu dengan motif polkadot,
tanpa restleting ... karena kalo' gak terpaksa saya gak suka menjahit restleting .. hihi .. sssttt
.... tas hanya dilipat dan dikancing dengan kancing bungkus ... I looooove kancing bungkus... ^^
tas ini dilengkapi dengan dua kantong tersembunyi di bagian belakang ... tempat menyimpan telepon genggam .. karcis parkir, uang receh dan sebagainya yang dikancing dengan kancing bungkus ... teteeeep ...
Sudah ... pada bagian dalamnya hanya dilengkapi dengan sebuah kantong kecil untuk menyimpan benda-benda kecil yang susah ditemukan didalam tas ...
o iyaaa ... tak lupa dibagian depannya diberi signature kecil dari Stamp buatan sendiri dengan inisial nama saya ... hehe ....
Done !!
Jadilah tas slempang ini .... yang akan saya gunakan sehari-hari ... semoga ini adalah akhir dari sebuah cerita tentang pencarian tas .... amiiiiin .... ^^
Wednesday, February 22, 2012
Singapore Trip 19 - 22 Feb 2012
Beruntung sekali saya dan Rangga dapat kesempatan untuk ke Singapura. Meskin hanya 3 hari 2 malam, tapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mengenal negara ini lebih dekat... cihuuuy
foto-foto lainnya bisa dilihat DISINI .... (^-^)
Saturday, February 18, 2012
Hari Ulang Tahun Papa
Cowok ganteng yang di foto ini adalah Papa saya ... hari ini adalah hari ulang tahunnya, jika Papa masih hidup di dunia ini beliau berumur 65 tahun.
Rest in peace Papa ... I love you always .... dan selalu berdo'a untuk Papa ...
Rest in peace Papa ... I love you always .... dan selalu berdo'a untuk Papa ...
Monday, February 13, 2012
Saturday, February 11, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)




































